my name is novia devina

Selasa, 19 Oktober 2010

pengertian individu,keluarga, dan hubungan antara individu,keluarga dan masyarakat.

BAB 3
Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi.. individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Menurut saya Individu adalah seorang manusia yang mempunyai cirri khas di dalam dirinya dan mempunyai kepribadian di dalam dirinya yang membedakan dirinya dengan orang lain.
Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64). Seorang manusia dapat berperilaku menyimpang atau memiliki kepribadian yang menyimpang apabila individu itu dibesarkan atau dilahirkan di lingkungan yang kebanyakan orangny berperilaku menyimpang, Jadi seharusnya dari kecil Individu harus di didik dengan cara yang baik agar ketika dia sudah besar dan dewasa, sifat dan perilakunya tidak menyimpang dan dapat menjadi contoh bagi orang lain di sekitarnya.
Individu juga sangat erat hubungannya dengan masyarakat, Individu tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa adanya keberadaan masyarakat yang menjadi latar belakang terbentuknya individu. Individu berusaha untuk memproses dirinya atau menyusaikan dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan kebiasaan di sekitarnya.
Sebagai individu manusia selalu berada di tengah-tengah kelompok masyarakat untuk membentuk kepribadiannya di lingkungan tersebut. Namun terkadang tidak semua lingkungan masyarakat menjadi factor pendukung pembentukan pribadi seseorang ada juga yang menjadi factor penghambat kepribadian, maksudnya ketika Individu dihadapkan dengan perilaku yang menyimpang di lingkungan sekitarnya jadi itu dapat menghambat pembentukan kepribadian seseorang. Tetapi jika Individu dilahirkan di lingkungan yang dapat membentuk kepribadiannya dengan baik maksudnya ia hidup bersama orang-orang yang mengajarkan ia berperilaku baik maka Inddividu tersebut telah berhasil membentuk kepribadiannya yang baik berkat orang-orang di sekitanya.
Pengertian Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarga inti (”nuclear family”) terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI (1998).
Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)
Menurut Saya Keluarga adalah Sekelompok orang yang terdiri dari 2 orang atu lebih yang mendiami suatu tempat atau hidup secara bersama-sama dalam satu atap, mempunyai ikatan darah atau batin yang kuat, sadar akan tugas atau peranan masing-masing dalam lingkup tersebut dan tentunya saling berinteraksi dengan baik satu sama lain dan saling membantu apabila anggota dari keluarga tersebut menghadapi masalah.
Peranan-peranan di dalam anggota keluarga:
Peranan Ayah ialah : mencari nafkah untuk anak dan istrinya, bertanggung jawab atas anak dan istrinya, bertugas sebagi kepala keluarga dan di harapkan memberi contoh yang baik untuk anak-anaknya.
Peranan Ibu ialah : mengurus rumah tangga dengan baik, melindungi atau menjaga anak-anaknya ketika seorang Ayag sedang mencari nafkah dan membantu seorang Ayah mencari nafkah tetapi ini tidak umum.
Peranan Anak ialah : Selalu menjaga nama baik keluarga.
Fungsi Keluarga Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
1. Fungsi Pendidikan maksudnya Seorang anak harus mendapatkan pendidikan yang baik. Contoh seorang anak harus bersekolah dan mendapat pengetahuan yang layak yang berguna bagi masa depannya nanti.
2. Fungsi Sosialisasi maksudnya setiap orangtua harus mengajarkan anak-anaknya untuk bersosialisasi di lingkungan masyarakat atau lingkungan sekitarnya.
3. Fungsi Perlindungan maksudnya setiap anggota keluarga harus saling menjaga satu sama lain dari rindakan-tindakan yang mungkin membahayakan anggota lain.
4. Fungsi Rekreasi maksudnya setiap anggota keluarga harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan, dami dan tenteram, fungsi rekreasi tidak harus sebuah keluarga pergi-pergi keluar.
5. Fungsi Religius maksudnya Orangtua harus mengajarkan anak-anaknya tentang kehidupan beragama sejak dini bahwa ada kehidupan lain selain kehidupan di dunia ini.
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat ialah
Antara individu, keluarga dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat , kita hidup di dunia ini sebagai makhluk social jadi memang sudah seharusnya kita bergabung menjadi anggota masyarakat, kita tidak dapat hidup sendiri tanpa ada orang lain di sekitar kita. Walaupun terkadang di lingkungan masyarakat kita itu dapat memberikan pengaruh yang buruk untuk diri kita sendiri tapi balik lagi ke kitanya bahwa kita harus memilah-milah mana sikap yang harus kita tinggalkan dan mana sikap yang harus kita terapkan. Dengan kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar kita, kita dapat menciptakan sebuah keluarga baru dan begitu seterusnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar